February 26th, 2012

The Flight

aninflorentia:

Coba kau tonton Air Crash Investigation di National Geographic. Sekali menonton, tidak apa-apa. Dua kali menonton, mulai paranoid. Lebih dari 10 kali menonton, percayalah, kau tak akan mau naik pesawat lagi seumur hidupmu.

Mauku cuma menembus langit biru kelam itu. Berangkat, melayang, dan pulang lagi. Dengan selamat. Sayap itu memang tak mengembang sempurna. Lambungnya remuk disana-sini. Ekornya agak bengkok, mungkin. Tapi pesawatku mampu berangkat dan terbang hingga hampir tujuan. Aku dan kopilotku, di kokpit kami, mampu mengemudikan pesawat kami dengan baik, walaupun aku tak merakitnya dengan baik. Kokpit kami adalah bagian terbaik dalam pesawatku.

Aku takut akan langit.
Tidak. Aku takut naik pesawat.
Lantas, kenapa aku bisa menjadi pilot, bahkan menjadi insinyur penerbanganku sendiri…?

Kini aku tahu arti terbang yang sesungguhnya. Masuk ke kabin dan meninggalkan dataran tidak lain dan tidak bukan adalah bersedia menembus awan dan melihat hamparan luas biru tak berbatas, sekaligus bersiap untuk jatuh.

Aku tak mengira kalau aku benar-benar akan terbang. Dan aku cuma bisa bersedia, tanpa sempat bersiap.

Untuk sebuah penerbangan yang dirancang dengan sedikit kurang persiapan, perjalananku sungguh menyenangkan. Untuk sebuah pesawat yang lalu jatuh berantakan, seseorang tadi berkata, “pesawatmu tidak hancur, ia cuma mendarat darurat dengan manis…” Dia kopilotku tersayang.

“Dear passengers, this is your Captain speaking. We were having an imperfect landing… ”

VOLARE, demikianlah aku terbang berkeliling dunia…

Bandung, 260212

Maaf, Kapten.

Percayalah, saya sudah memohon-mohon semua pemegang HT untuk ikut bertepuk tangan sekeras dan selama mungkin. Percayalah, saya sudah bertepuk tangan sekeras yang saya mampu sampai tangan saya menjadi merah hati dan kebas. Percayalah, saya sudah bereriak sekeras yang pita suara saya sanggup. Walaupun semua buyar ketika MC undur diri dan Rektor beranjak.

Your flight was just fine and your passenger enjoyed it, Captain. If I were the Chief of Flight myself, I would pick no other captain but you either.

Yet still, I’m truly sorry your stewardesses had let you down. I—your unreliable stewardess—really am, Captain :’|