February 27th, 2012
  • Ajie: Ada yang baca koran PR hari ini? Liputan Volare cukup besar dan jadi highlight loh meskipun namanya salah, VOLTARE... -,-
  • Dinta: Voltare? Voltaren kali krim otot
  • Arya: Untung ga VULGARE.
February 20th, 2012
Penjualan tiket hari pertama, ticketbooth dibuka di Boulevard ITB jam 11.00.
Orang-orang udah pada ngantri dengan rapinya dari jam 10an, dan saat penjualan dibuka walaupun masih 10.56, tiket habis hanya dalam waktu 4 menit 11 detik. GILA. Barbar. Edan. Sontoloyo. AAAAA tapi seneng terharu :’D
Temen gue yang malang—yang udah ngejer-ngejer tiket Volare dari tahun-tahun kemarin—kelas bareng gue sampai jam 11. Begitu dosennya nutup kelas dia langsung ngacir dari GKU Barat ke Boulevard, tapi bahkan udah ga ada tanda-tanda bekas penjualan tiket disana.
In purchasing ISO’s tickets, every second counts ;)

Penjualan tiket hari pertama, ticketbooth dibuka di Boulevard ITB jam 11.00.

Orang-orang udah pada ngantri dengan rapinya dari jam 10an, dan saat penjualan dibuka walaupun masih 10.56, tiket habis hanya dalam waktu 4 menit 11 detik. GILA. Barbar. Edan. Sontoloyo. AAAAA tapi seneng terharu :’D

Temen gue yang malang—yang udah ngejer-ngejer tiket Volare dari tahun-tahun kemarin—kelas bareng gue sampai jam 11. Begitu dosennya nutup kelas dia langsung ngacir dari GKU Barat ke Boulevard, tapi bahkan udah ga ada tanda-tanda bekas penjualan tiket disana.

In purchasing ISO’s tickets, every second counts ;)

November 14th, 2011

ITB Student Orchestra performing at Sabuga for Dies MBWG, Nov 13th 2011.

Yes I know, misschord on 1:55. Have you noticed? My bad. Minta maaf dulu deh ke Pak Konduktur Arya Pugala #sungkeman :|

Balada Paijo Narejambejo dan Sebuah Truk Diesel

Pada suatu Minggu sore… Dalam evaluasi pasca-konser ISO untuk Dies ke-40 (kalo ga salah ya) Marching Band Waditra Ganesha di Sabuga, seorang violist ISO—yang untuk selanjutnya kita panggil saja Mbak Popmi—berkisah…

Untuk konser hari Minggu, alat-alat besar seperti cello, contra bass, piano, dll dipindahkan hari Sabtu dari Sekre ISO di basement CC Barat Bawah ITB ke Sabuga dengan menggunakan truk. Ya, sebuah truk diesel.

Beberapa orang ikut membantu pemindahan alat-alat, salah satunya adalah manusia lugu nan ekspresif ini, yang selanjutnya kita sebut saja Paijo Narejambejo. Jadi untuk menjaga keselamatan alat-alat, Paijo Narejambejo dan beberapa orang lainnya ikut naik truk untuk menjaga alat-alat dari benturan-benturan yang tak diharapkan. Oke, biasa aja. Nothing special, life goes on… So does Mbak Popmi’s life that early evening.

Sampai akhirnya, handphone Popmi berdering. Ternyata telepon dari Paijo Narejambejo, yang dengan hebohnya mengabarkan kalau saat itu dia lagi naik truk… Sedang naik truk loh, at that very moment. Bukan setelah turun dari perjalanannya dengan truk baru nelepon Popmi, tapi saat sedang di atas truk. Past continous, sodara-sodara.

Dan dalam telepon berdurasi hampir 1 menit itu, Paijo Narejambejo ga ngapa-ngapain selain bersorak-sorai dengan girangnya, mengabarkan kalo dia lagi naik truk diesel kepada Popmi yang bengong di saluran seberang.

Paijo Narejambejo naik truk diesel menuju Sabuga.

Truk diesel dinaiki Paijo Narejambejo menuju Sabuga.

Menuju Sabuga, Paijo Narejambejo naik truk diesel.

Menuju Sabuga, truk diesel dinaiki Paijo Narejambejo.

Oke, kombinasi kalimat gue udah habis untuk menggambarkan inti momen ini berdasarkan kisah Popmi. Gue berusaha mencari dimana letak keistimewaan dari berkendara dengan truk, sampai ngebuat Paijo Narejambejo girang setengah mati dan segitu bangganya bisa naik truk sampai harus nelepon dan pamer ke Mbak Popmi segala.

EPIC, Paijo Narejambejo! Love your hilarity more and more day by day! :D

October 27th, 2011

Ternyata serius

  • Selesai rapat sekitar pukul set. 10...
  • J: El, pulangnya sama siapa?
  • D: Sama abang angkot
  • J: Eh, serius? Waduh aku ga bisa nganter nih gimana ya. Sendirian gapapa?
  • D: Yaelah santai Jos udah biasa kok
  • J: Bawa senjata ya
  • D: Yakali, senjata apaan
  • J: Bawa batu aja ya!
  • D: Hahaha ngelawak kamu
  • J: Aku serius. Bawa batu ya buat senjata!
  • D: BHUAHAHAHHA
  • J berlari ke pinggir tribun lapangan voli. Balik-balik bawa sebongkah batu lumayanlah segede bogem
  • J: Ini El, senjata buat kamu. Hati-hati ya.
  • D: ........
  • Oh, ternyata dia serius. Bingung mau unyu moment of terharu apa ngakak akbar <3 : 3 :') :D